GAYA BAHASA

Pengertian gaya bahasa atau majas dan jenisnya serta contohnya dapat kamu baca di artikel ini. Gaya bahasa adalah cara bagaimana pengarang menguraikan cerita yang dibuatnya, atau definisi dari gaya bahasa yaitu cara bagaimana pengarang cerita mengungkapkan isi pemikirannya lewat bahasa-bahasa yang khas dalam uraian ceritanya sehingga dapat menimbulkan kesan tertentu.

Berikut di bawah ini jenis-jenis Majas dilengkapi dengan contohnya:

A. Gaya bahasa pertentangan

a. Hiperbola

Hiperbola yaitu gaya bahasa yang berupa suatu pernyataan yang terlalu berlebihan dari kenyataan yang ada dengan maksud untuk memberikan kesan yang mendalam atau meminta perhatian. Seperti contohnya: Dia berteriak sampai suaranya menembus langit ke-7.

b. Litotes

Litotes yaitu gaya bahasa yang menyatakan sesuatu dengan cara-cara yang berlawanan dengan kenyataan, dengan cara mengecilkan ataupun menguranginya. Seperti contohnya: Aku tidaklah Pintar itulah mengapa aku selalu bekerja keras.

c. Paradoks

Paradoks yaitu gaya bahasa yang bertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada atau 2 (dua) pengertian yang bertentangan sehingga seperti tidak masuk akal. Contohnya: Aku merasa kesepian di kota yang ramai ini.

d. Antitesis

Antitesis yaitu gaya bahasa yang pengungkapannya berhubungan dengan situasi, benda ataupun sifat yang keadaannya saling bertentangan dan juga memakai kata-kata yang berlawanan arti. Seperti contohnya: Tua muda, laki-laki perempuan banyak yang menonton film tersebut.

Baca artikel lain: Pengertian cerpen dan strukturnya dilengkapi unsur-unsurnya.

definisi majas

B. Gaya bahasa sindiran

a. Ironi atau sindiran halus

Ironi yaitu gaya bahasa yang menyatakan hal yang bertentangan dengan maksud yang digunakan untuk menyindir seseorang tapi dengan cara yang halus. Seperti contohnya: Rajin sekali kau masuk sekolah, sampai keterangan tidak hadirmu banyak sekali di absensi.

b. Sinisme

Sinisme yaitu gaya bahasa sindiran lebih kasar dari Ironi, dengan cara menyindir secara langsung kepada orang lain. Seperti contohnya: Kelakuanmu tadi sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang siswa / Badanmu sangat bau sekali pasti kamu belum mandi.

c. Sarkasme

Serkasme yaitu gaya bahasa sindiran yang sangat kasar, terkadang dapat menyakitkan hati. Seperti contohnya: Bisa kerja ga sih kamu? Yang begini juga tidak becus mengerjakan!

C. Gaya bahasa penegasan

a. Inversi

Inversi yaitu gaya bahasa yang kalimat predikatnya berada di depan subjek kalimat tersebut. Seperti contohnya: Besar sekali kolamnya.

b. Retoris

Retoris yaitu gaya bahasa yang kalimat tanya tidak bertanya, yang dimana menyatakan kesangsian ataupun bersifat mengejek. Seperti contohnya: Apa itu bukti dari janji yang kau ucapkan tadi?

c. Paralelisme

Paralelisme yaitu gaya bahasa yang pengulangan kata-katanya digunakan untuk penegasan didalam bahasa puisi.

d. Enumerasio

Enumerasio yaitu gaya bahasa yang digunakan untuk melukiskan suatu keadaan atau peristiwa dengan cara menguraikan satu demi satu keadaan tersebut, sehingga merupakan suatu keseluruhan.

e. Koreksio

Koreksio yaitu gara bahasa yang membetulkan kembali ucapan yang tidak benar atau salah, baik itu secara sengaja ataupun tidak disengaja. Seperti contohnya: Tadi dia baru saja pulang, oh… bukan di baru saja berangkat lagi.

f. Repertis

Repetisi yaitu gara bahasa yang pengulangan kata-katanya dalam bahasa prosa. Seperti contohnya: Kita sudah berusaha, kita sudah menang, kita sudah berhasil.

g. Klimaks

Klimaks yaitu gaya bahasa yang menguraikan suatu peristiwa secara berturut-turut dan semakin lama maka ceritanya akan semakin memuncak atau meningkat. Seperti contohnya: Semua kalangan dari anak-anak sampai orang dewasa beramai-ramai mengikuti kompotisi sepak bola.

h. Anti klimaks

Anti klimaks yaitu gaya bahasa yang dimana penguraian suatu peristiwa secara berturut-turut tapi makin lama maka ceritanya akan semakin menurun, ini adalah kebalikan dari Klimaks. Seperti contohnya: Di seluruh pelosok desa dan kota merayakan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-70 / Guru-guru dan seluruh orang tua siswa menghadiri acara kelulusan.

i. Pleonasme

Pleonasme yaitu gaya bahasa yang menggunakan kata-kata atau sepatah kata secara berlebihan dengan maksud untuk menegaskan arti dari suatu kata. Seperti contohnya: Seluruh pelajar yang berada di bawah segera naik ke atas / Mereka menerobos ke dalam stadion untuk menyaksikan pertandingan tersebut.

j. Ekslamasio

Ekslamasio yaitu gaya bahasa yang didalam kalimatnya memakai kata seru. Seperti contohnya: Wah…, keren sekali orang itu!

k. Tautologi

Tautologi yaitu gaya bahasa yang mengulang beberapa kali sepatah kata didalam suatu kalimat. Seperti contohnya: Mungkin, mungkin dia bisa berhasil dalam melaksanakan tugasnya.

Baca juga: Pengertian novel dan unsur-unsurnya.

D. Gaya bahasa perbandingan

a. Asosiasi atau perumpamaan

Asosiasi yaitu gaya bahasa yang perbandingan terhadap 2 (dua) hal yang maksudnya berbeda, akan tetapi sengaja dianggap sama. Seperti contohnya: Wajahnya cantik bagaikan rembulan / Semangatnya seperti api yang berkobar.

b. Metafora

Metafora yaitu gaya bahasa yang cara dalam menungkapkan ungkapan kalimatnya dilakukan secara langsung berupa suatu perbandingan analogis. Pemakaian kata atau kelompok kata dalam kalimat bukanlah arti yang sesungguhnya, tapi sebagai lukisan yang berdasarkan perbandingan atau persamaan saja. Seperti contohnya: Bocah kutu buku itu telah menjadi juara pertama cerdas cermat / Si jago merah sudah menbumi hanguskan komplek perumahan itu hanya dalam 2 jam / Kembang desa yang sedang mencari pasangan.

c. Personifikasi

Personifikasi yaitu gaya bahasa yang memberikan karakteristik atau sifat-sifat manusia kepada benda yang tidak hidup. Jadi benda yang tidak hidup seolah-olah bernyawa dan mempunyai sifat seperti manusia. Seperti contohnya: Sore hari ini awan meneteskan air mata / Angin seperti berbisik kepadaku.

d. Alegori

Alegori yaitu gaya bahasa yang menyatakan dengan menggunakan cara lain lewat kiasan ataupun penggambaran. Alegori merupakan perbandingan yang berkaitan antara satu dan yang lainnya didalam kesatuan yang utuh. Alegori biasanya berbentuk suatu cerita yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan bnayk moral.

e. Simile

Simile yaitu gaya bahasa yang membandingkan suatu hal dengan hal lainnya dengan memakai kata penghubung atau pembanding pada kalimatnya yang dimana 2 (dua) hal tersebut berbeda akan tetapi mempunyai karakteristik yang sama. Biasanya kata penghubungnya: seperti, bagaikan, semisal, seumpama, ibarat dan lain-lain. Seperti contohnya: Kau “bagaikan” cahaya dalam kegelapan / Mereka “seperti” sepasang kekasih.

f. Sinekdoke

Sinekdoke yaitu gaya bahasa yang memakai kata dengan arti yang menunjukan hal lain di luar kata yang diungkapkan. Sindekdoke terbagi menjadi 2 (dua) macam yang diantaranya:

  • Yang pertama Sinekdoke pars pro tato merupakan gaya bahasa yang menyebutkan sebagian kecil kata dari sesuatu untuk menyatakan secara keseluruhan. Contohnya: Mungkin dia sudah nyaman mempunyai pekerjaan sebagai salles-man dan menawarkan produk yang dijualnya dari “pintu” ke “pintu” / Hari ini akau tidak melihat Muka si Toni (kata “pintu” ke “pintu” mewakili banyak rumah para konsumen dan kata “muka” mewakili sosok Toni).
  • Lalu yang kedua Sinekdoke totem pro parte menyebutkan keeluruhan untuk menyatakan sebagian kecil, ini adalah kebalikan dari sinekdoke pars pro tato. Contohnya: Penyanyi perempuan itu sangat terkenal maka tidak heran jika banyak di idolakan oleh para “pemuda” yang ada di penjuru dunia. (kata “pemuda” merupakan semua orang yang masih berusia muda, meskipun pada kenyataanya penyanyi itu tidak di idolakan oleh semua pemuda).

g. Simbolik

Simbolik yaitu merupakan gaya bahasa yang menggambarkan sesuatu dengan memakai benda, binatang dan juga tumbuh-tumbuhan sebagai simbol.

h. Metonimia

Metonimia yaitu gaya bahasa yang memakai ciri, atribut ataupun merk untuk menggambarkan suatu benda. Seperti contohnya: Dia sedang membuat secangkir kopi kapal api (merk) untuk ayahnya.

Iklan

Gadget Bisa Mengancam Anak-anak

Di zaman digital ini, dompet boleh tertinggal di rumah. Tapi kalau lupa bawa smartphone (ponsel pintar) atau komputer tablet, dijamin pemiliknya bakal mati gaya. Kini, mulai dari pekerjaan hingga berkomunikasi, aktivitas manusia dipermudah dengan perangkat elektronik mini (gadget) yang terkoneksi dengan internet.

Ponsel pintar makin sering digenggam pemiliknya. Maka tak heran, pertumbuhan ponsel begitu meningkat tajam. Saking tajamnya, mampu mengalahkan populasi manusia hanya dalam beberapa dekade.

Menurut data analisis digital dari Groupe Speciale Mobile Association(GSMA) Intelligence, perangkat mobile seperti tablet, smartphone, dan telepon mencapai 7,22 miliar unit. Angka itu berbeda tipis dengan populasi manusia di bumi, sekitar 7,2 miliar.

“Tidak ada teknologi yang mempunyai dampak signifikan seperti ponsel. Ini merupakan fenomena buatan manusia yang lebih cepat berkembang daripada manusia. Dari nol hingga 7,22 miliar unit dalam waktu tiga dekade,” ungkap Kevin Kimberlin selaku Ketua Spencer Trask & Co seperti dilansir Independent.

Keberadaan gadget itu sendiri ibarat dua sisi uang logam. Di satu sisi sangat membantu manusia dalam melakukan banyak hal. Namun, perangkat ini bisa berdampak negatif bagi kondisi fisik dan mental penggunanya, terutama bagi anak-anak.

Bahaya Bagi Anak

Asosiasi dokter anak Amerika dan Kanada menekankan anak usia 0-2 tahun tidak diperbolehkan terpapar gadget. Anak 3-5 tahun dibatasi satu jam per hari dan dua jam untuk anak 6-18 tahun.

Tapi faktanya, anak-anak justru menggunakan gadget 4-5 kali lebih banyak dari jumlah yang direkomendasikan.

Bahkan, penggunaan ponsel pintar, tablet, dan peranti game elektronik sudah dimulai sejak usia sangat dini.

Dokter anak asal Amerika Serikat, Cris Rowan, dalam tulisannya di Huffington Post, mengatakan perlu ada larangan penggunaan gadget pada usia anak di bawah 12 tahun. Sudah banyak penelitian yang membuktikan dampak negatif gadget pada anak.

Berikut 10 alasan larangan bermain gadget pada anak :

1. Pertumbuhan otak yang terlalu cepat
Pada usia 0-2 tahun, pertumbuhan otak anak memasuki masa perkembangan hingga 21 tahun. Perkembangan otak awal ditentukan oleh rangsangan lingkungan. Stimulasi yang berasal dari gadget akan berhubungan dengan fungsi eksekutif dan defisit perhatian, gangguan kognitif, kesulitan dalam belajarm peningkatan impulsif dan menurunkan kemampuan dalam mengendalikan diri.

2. Hambatan perkembangan
Penggunaan gadget akan membatasi gerak anak, yang mengakibatkan perkembangan terhambat. Satu dari tiga anak sekolah yang menggunakan gadget memiliki hambatan pada perkembangan, dan berdampak buruk pada prestasi akademik. Penggunaan gadget di bawah usia 12 tahun akan menghambat perkembangan anak.

3. Obesitas
Gadget berkorelasi dengan risiko obesitas. Saat menggunakan gadget, anak cenderung kurang bergerak. Anak yang diperbolehkan bermain gadget di kamar tidur mereka 30 persen mengalami risiko obesitas. Obesitas berpotensi diabetes, stroke, dan serangan jantung. Sehingga dapat memperpendek usia. Anak-anak yang lahir pada abad 21, kemungkinan tidak akan hidup lebih lama daripada orangtua mereka.

4. Gangguan tidur
Kebanyakan orangtua tidak mengawasi anaknya saat bermain gadget. Sebanyak 75 persen anak yang bermain gadget di kamar tidur mengalami masalah pada tidurnya. Sehingga berdampak pada prestasi belajar mereka.

5. Penyakit mental
Penggunaan gadget berlebihan menjadi penyebab meningkatnya laju depresi pada anak, kecemasan, gangguan perhatian, autisme, gangguan bipolar, psikotis dan gangguan perilaku pada anak.

6. Agresif
Konten kekerasan dapat menyebabkan agresif pada anak. Seperti pada game Grand Theft Auto V, yang menggambarkan seks, pembunuhan, pemerkosaan, penyiksaan dan mutilasi. Dan banyak lagi di dalam film dan acara TV.

7. Pikun digital
Konten media berkecepatan tinggi berkontribusi terhadap meningkatnya risiko defisit perhatian, serta penurunan konsentrasi dan ingatan, karena pemangkasan otak yang berperan dalam melakukan hal itu.

8. Kecanduan
Kurangnya perhatian orangtua, anak-anak cenderung lebih dekat dengan gadget. Dengan tidak adanya keterikatan orangtua, anak-anak melampiaskannya ke gadget. Sehingga menyebabkan kecanduan.

9. Radiasi
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan ponsel sebagai risiko kategori 2B, karena emisi radiasi yang dihasilkan. Anak-anak lebih sensitif terhadap berbagai radiasi dibandingkan orang dewasa, karena sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang.

10. Tidak berkelanjutan
Edukasi yang berasal dari gadget tidak akan lama bertahan dan berkelanjutan dalam ingatan anak-anak. Anal-anak adalah masa depan kita, tetapi tidak ada masa depan bagi anak-anak yang terlalu sering menggunakan gadget. Dengan demikian, pendekatan pendidikan melalui gadget tidak akan berkelanjutan bagi anak-anak.

Pandangan psikolog

Psikolog Tika Bisono mengatakan gadget merupakan bentuk kemajuan dari suatu zaman, dan menurutnya itu tidak bisa dihindari. Maka, permainan di dalam gadget menjadi opsi permainan yang dipilih karena mempunyai nilai praktis.

“Sebenarnya, dalam perkembangan zaman harus siap berubah dan berkembang. Perubahan itu nggak bisa terlepas dari teknologi,” ujar Tika, saat ditemui di lokasi Car Free Day, Jakarta, Minggu 23 November 2014.

Tika melanjutkan, permainan itu sendiri sangat akrab dengan kehidupan manusia, baik fungsi untuk bermain, hiburan, istirahat, dan interaksi. Namun, bila berbicara permainan pada sebuah gadget, kata dia, itu hanya program dari dunia maya bukan dunia yang sesungguhnya.

Dosen di sebuah perguruan tinggi di Jakarta itu mengungkapkan dampak langsung bagi anak, seperti terkenanya radiasi yang terpancar dari smartphone. Meski tidak secara langsung radiasi tersebut, namun dapat mempengaruhi mata dan otak.

“Tapi yang membuat nggak sehat itu, si anak jadi nggak keluar-keluar. Jadi, kena AC terus, tidak terkena matahari, kena oksigen di luar, nggak ada keringatan. Jadi, itu yang bikin nggak sehat,” kata Tika.

Secara psikologis, ucap Tika, anak yang sering bermain gadget akan berpengaruh pada sikapnya. Anak cenderung lebih soliter atau lebih menyukai kesendiriannya daripada harus bersosialisasi dengan teman-teman di lingkungannya.

Tika menuturkan belum mengetahui apakah gadget bisa membantu perkembangan kecerdasan pada anak. Selain itu, jika anak ketergantungan dengan gadget, maka akan sangat sulit menangkap pelajaran di sekolah. Sebab, yang ada di kepalanya hanya permainan yang ada di gadget.

Dia pun mengkritik kebanyakan orangtua di Indonesia yang suka memberikan gadget pada anak-anaknya. “Di luar negeri tidak ada tuh yang lari-lari anak kecil itu sambil bawa iPad,” kata dia.

Perempuan kelahiran 1 Oktober 1960 itu menambahkan bahwa anak-anak Indonesia dulu mempunyai otak yang lebih baik. Di mana adanya stimulus dari alam dan lingkungan. Berbeda dengan gadget yang fungsinya terbatas sekali.

“Kalau di alam itu ada pohon, ada air. Di dalam air ada ikan yang bergerak dan bisa dipegang, itu belajar sambil bereksperimen. Membuat anak lebih cerdas,” tuturnya.

Tika mengatakan gadget tidak hanya berdampak buruk pada anak-anak saja, melainkan bisa menyerang bagi mereka yang sudah menginjak dewasa. Bagi orang dewasa yang sudah teracuni, seakan gadget itu merupakan dunia baru yang lebih riil dari dunia sebenarnya.

“Kalau kebanyakan bisa delusi. Bahkan, kadang ada yang tidur bareng atau tidur di tempat komputer, karena merasa tempat yang nyaman adalah berhadapan dengan gadgetnya, itu udah ngawur,” tegasnya.

Peran orangtua

Pengamat digital, Ruby menyayangkan bila ada orangtua yang belum mempunyai kesadaran terhadap fungsi dan manfaat gadget dalam kehidupan sehari-hari.

Dia menjelaskan ciri-ciri orangtua dalam menyikapi keberadaan gadget. Ciri pertama, orangtua yang berpandangan bahwa dengan memberikan gadget kepada anak, akan menambah pengetahuan anak.

Ada juga orangtua yang memberikan gadget agar anaknya berhenti rewel, tidak berisik, serta mengganggu orangtuannya saat sedang beraktivitas. Menurut Ruby, langkah seperti itu salah kaprah dan bisa berakibat buruk kepada anak.

“Anak dilepas dan dibiarkan untuk memilih sesuatu yang dimana dia belum bisa menentukan mana yang baik dan mana yang benar. Seharusnya itu yang perlu banyak bimbingan. Namun, banyaknya orangtua yang salah kaprah karena itu. Nanti kalau sudah kejadian (negatif) baru mereka sadar,” tuturnya.

Kemudian, Ruby menyarankan agar setiap orangtua untuk ikut berperan aktif dalam memilih permainan. Lebih bagus juga bila orangtua ikut mencoba dan mendampingi anak, jika memang tidak bisa dihindari untuk bermain gadget.

“Kalau tidak didampingi, anak akan mencari sendiri dan bisa saja salah,” kata dia.

Kata Tika Bisono, orangtua mempunyai tanggungjawab besar dalam mendampingi anak ketika mereka bermain game eletronik tersebut.

Menurutnya, harus ada pengawasan terhadap anak agar tidak terjadi sesuatu yang buruk. Selain itu, harus ada batasan waktu bagi anak dalam bermain game di gadget. Jangan biarkan anak terus-terusan bermain.

“Jadi, berapa lama anak menggunakan komputer untuk browsing atau main game. Sisanya, orangtua harus mengajak anak keluar dari itu (perangkat komputer) supaya bisa bersosialisasi,” ujar Tika. (ren)

SEMUA TENTANG MALANG

SEJARAH

Wilayah cekungan Malang telah ada sejak masa purbakala menjadi kawasan pemukiman. Banyaknya sungai yang mengalir di sekitar tempat ini membuatnya cocok sebagai kawasan pemukiman. Wilayah Dinoyo dan Tlogomas diketahui merupakan kawasan pemukiman prasejarah.[3] Selanjutnya, berbagai prasasti (misalnya Prasasti Dinoyo), bangunan percandian dan arca-arca, bekas-bekas fondasi batu bata, bekas saluran drainase, serta berbagai gerabah ditemukan dari periode akhir Kerajaan Kanjuruhan (abad ke-8 dan ke-9) juga ditemukan di tempat yang berdekatan.[3][4]

Nama “Malang” sampai saat ini masih diteliti asal-usulnya oleh para ahli sejarah. Para ahli sejarah masih terus menggali sumber-sumber untuk memperoleh jawaban yang tepat atas asal usul nama “Malang”. Sampai saat ini telah diperoleh beberapa hipotesa mengenai asal usul nama Malang tersebut.

Malangkuçeçwara (baca: Malangkusheshwara) yang tertulis di dalam lambang kota itu, menurut salah satu hipotesa merupakan nama sebuah bangunan suci. Nama bangunan suci itu sendiri diketemukan dalam dua prasasti Raja Balitung dari Jawa Tengah yakni prasasti Mantyasih tahun 907, dan prasasti 908 yakni diketemukan di satu tempat antara Surabaya-Malang. Namun demikian dimana letak sesungguhnya bangunan suci Malangkuçeçwara itu, para ahli sejarah masih belum memperoleh kesepakatan. Satu pihak menduga letak bangunan suci itu adalah di daerah gunung Buring, satu pegunungan yang membujur di sebelah timur kota Malang dimana terdapat salah satu puncak gunung yang bernama Malang. Pembuktian atas kebenaran dugaan ini masih terus dilakukan karena ternyata, di sebelah barat kota Malang juga terdapat sebuah gunung yang bernama Malang.

Pihak yang lain menduga bahwa letak sesungguhnya dari bangunan suci itu terdapat di daerah Tumpang, satu tempat di sebelah utara kota Malang. Sampai saat ini di daerah tersebut masih terdapat sebuah desa yang bernama Malangsuka, yang oleh sebagian ahli sejarah, diduga berasal dari kata Malankuça (baca: Malankusha) yang diucapkan terbalik. Pendapat di atas juga dikuatkan oleh banyaknya bangunan-bangunan purbakala yang berserakan di daerah tersebut, seperti Candi Jago dan Candi Kidal, yang keduanya merupakan peninggalan zaman Kerajaan Singasari.

Dari kedua hipotesa tersebut di atas masih juga belum dapat dipastikan manakah kiranya yang terdahulu dikenal dengan nama Malang yang berasal dari nama bangunan suci Malangkuçeçwara itu. Apakah daerah di sekitar Malang sekarang, ataukah kedua gunung yang bernama Malang di sekitar daerah itu. Sebuah prasasti tembaga yang ditemukan akhir tahun 1974 di perkebunan Bantaran, Wlingi, sebelah barat daya Malang, dalam satu bagiannya tertulis sebagai berikut : “………… taning sakrid Malang-akalihan wacid lawan macu pasabhanira dyah Limpa Makanagran I ………”. Arti dari kalimat tersebut di atas adalah : “ …….. di sebelah timur tempat berburu sekitar Malang bersama wacid dan mancu, persawahan Dyah Limpa yaitu ………” Dari bunyi prasasti itu ternyata Malang merupakan satu tempat di sebelah timur dari tempat-tempat yang tersebut dalam prasasti itu. Dari prasasti inilah diperoleh satu bukti bahwa pemakaian nama Malang telah ada paling tidak sejak abad 12 Masehi.

Nama Malangkuçeçwara terdiri atas 3 kata, yakni mala yang berarti kecurangan, kepalsuan, dan kebatilan; angkuça (baca: angkusha) yang berarti menghancurkan atau membinasakan; dan Içwara (baca: ishwara) yang berarti “Tuhan”. Sehingga, Malangkuçeçwara berarti “Tuhan telah menghancurkan kebatilan”.

Hipotesa-hipotesa terdahulu, barangkali berbeda dengan satu pendapat yang menduga bahwa nama Malang berasal dari kata “Membantah” atau “Menghalang-halangi” (dalam bahasa Jawa berarti Malang). Alkisah Sunan Mataram yang ingin meluaskan pengaruhnya ke Jawa Timur telah mencoba untuk menduduki daerah Malang. Penduduk daerah itu melakukan perlawanan perang yang hebat. Karena itu Sunan Mataram menganggap bahwa rakyat daerah itu menghalang-halangi, membantah atau malang atas maksud Sunan Mataram. Sejak itu pula daerah tersebut bernama Malang.

Timbulnya Kerajaan Kanjuruhan tersebut, oleh para ahli sejarah dipandang sebagai tonggak awal pertumbuhan pusat pemerintahan yang sampai saat ini, setelah 12 abad berselang, telah berkembang menjadi Kota Malang.

Setelah kerajaan Kanjuruhan, pada masa emas kerajaan Singasari (1000 tahun setelah Masehi) di daerah Malang masih ditemukan satu kerajaan yang makmur, banyak penduduknya serta tanah-tanah pertanian yang amat subur. Ketika Islam menaklukkan Kerajaan Majapahit sekitar tahun 1400, Patih Majapahit melarikan diri ke daerah Malang. Ia kemudian mendirikan sebuah kerajaan Hindu yang merdeka, yang oleh putranya diperjuangkan menjadi satu kerajaan yang maju. Pusat kerajaan yang terletak di kota Malang sampai saat ini masih terlihat sisa-sisa bangunan bentengnya yang kokoh bernama Kutobedah di desa Kutobedah. Adalah Sultan Mataram dari Jawa Tengah yang akhirnya datang menaklukkan daerah ini pada tahun 1614 setelah mendapat perlawanan yang tangguh dari penduduk daerah ini.

Seperti halnya kebanyakan kota-kota lain di Indonesia pada umumnya, Kota Malang modern tumbuh dan berkembang setelah hadirnya administrasi kolonial Hindia Belanda. Fasilitas umum direncanakan sedemikian rupa agar memenuhi kebutuhan keluarga Belanda. Kesan diskriminatif masih berbekas hingga sekarang, misalnya ”Ijen Boullevard” dan kawasan sekitarnya. Pada mulanya hanya dinikmati oleh keluarga-keluarga Belanda dan Bangsa Eropa lainnya, sementara penduduk pribumi harus puas bertempat tinggal di pinggiran kota dengan fasilitas yang kurang memadai. Kawasan perumahan itu sekarang menjadi monumen hidup dan seringkali dikunjungi oleh keturunan keluarga-keluarga Belanda yang pernah bermukim di sana.

Pada masa penjajahan kolonial Hindia Belanda, daerah Malang dijadikan wilayah “Gemente” (Kota). Sebelum tahun 1964, dalam lambang kota Malang terdapat tulisan ; “Malang namaku, maju tujuanku” terjemahan dari “Malang nominor, sursum moveor”. Ketika kota ini merayakan hari ulang tahunnya yang ke-50 pada tanggal 1 April 1964, kalimat-kalimat tersebut berubah menjadi : “Malangkuçeçwara”. Semboyan baru ini diusulkan oleh almarhum Prof. Dr. R. Ng. Poerbatjaraka, karena kata tersebut sangat erat hubungannya dengan asal usul kota Malang yang pada masa Ken Arok kira-kira 7 abad yang lampau telah menjadi nama dari tempat di sekitar atau dekat candi yang bernama Malangkuçeçwara.

Kota Malang mulai tumbuh dan berkembang setelah hadirnya pemerintah kolonial Belanda, terutama ketika mulai di operasikannya jalur kereta api pada tahun 1879. Berbagai kebutuhan masyarakatpun semakin meningkat terutama akan ruang gerak melakukan berbagai kegiatan. Akibatnya terjadilah perubahan tata guna tanah, daerah yang terbangun bermunculan tanpa terkendali. Perubahan fungsi lahan mengalami perubahan sangat pesat, seperti dari fungsi pertanian menjadi perumahan dan industri.

Lambang Kota Malang pada Masa Hindia Belanda

Makna lambang

Logo Kota Malang (Pemerintah Kota Malang)

DPRDGR mengkukuhkan lambang Kotamadya Malang dengan Perda No. 4/1970. Bunyi semboyan pada lambang adalah “MALANG KUÇEÇWARA”. Motto “MALANG KUÇEÇWARA” berarti Tuhan menghancurkan yang bathil, menegakkan yang benar. Arti Warna :

  • Merah Putih, adalah lambang bendera nasional Indonesia
  • Kuning, berarti keluhuran dan kebesaran
  • Hijau adalah kesuburan
  • Biru Muda berarti kesetiaan pada Tuhan, negara dan bangsa
  • Segilima berbentuk perisai bermakna semangat perjuangan kepahlawanan, kondisi geografis, pegunungan, serta semangat membangun untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Semboyan tersebut dipakai sejak hari peringatan 50 tahun berdirinya Kotapraja Malang pada 1964, sebelum itu yang digunakan adalah : “MALANG NAMAKU, MAJU TUJUANKU”, yang merupakan terjemahan dari bahasa Latin “MALANG NOMINOR, SURSUM MOVEOR” yang disahkan dengan “Gouvernement besluit dd. 25 April 1938 N. 027”. Semboyan baru itu diusulkan oleh Prof. DR. R.Ng.Poerbatjaraka dan erat hubungannya dengan asal mula Kota Malang pada zaman Ken Arok.

Geografi

Kota Malang yang terletak di dataran tinggi yaitu pada ketinggian antara 440 – 667 meter diatas permukaan air laut, merupakan salah satu kota tujuan pariwisata karena keindahan alamnya yang dikelilingi pegunungan. Letak kota Malang berada di tengah-tengah wilayah Kabupaten Malang dan secara astronomis terletak 112,06° – 112,07° Bujur Timur dan 7,06° – 8,02° Lintang Selatan, dengan batas wilayah sebagai berikut :

Kota Malang juga dikelilingi beberapa pegunungan besar, di antaranya adalah pegunungan Bromo-Tengger (berkisar 2.700 m dpl); Gunung Semeru (3.676 m dpl); Gunung Arjuno (3.339 m dpl); Gunung Butak (2.868 m dpl); Gunung Kawi (2.551 m dpl); Gunung Anjasmoro (2.277 m dpl); serta Gunung Panderman (2.045 m dpl). Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa. Selain itu, kota Malang juga dilalui salah satu sungai terpanjang di Indonesia serta terpanjang kedua di Pulau Jawa setelah Bengawan Solo, yaitu Sungai Brantas yang mata airnya terletak di lereng Gunung Arjuno di sebelah barat laut kota.

Pemandangan kota Malang.

Kota Malang dengan latar belakang Gunung Semeru.

Keadaan geologi

Keadaan tanah di wilayah Kota Malang antara lain :

  • Bagian selatan merupakan dataran tinggi yang cukup luas, cocok untuk industri
  • Bagian utara merupakan dataran tinggi yang subur, cocok untuk pertanian
  • Bagian timur merupakan dataran tinggi dengan keadaan kurang subur
  • Bagian barat merupakan dataran tinggi yang amat luas menjadi daerah pendidikan

Jenis tanah

Jenis tanah di wilayah Kota Malang ada 4 macam, antara lain :

  • Alluvial kelabu kehitaman dengan luas 6,930,267 Ha.
  • Mediteran coklat dengan luas 1.225.160 Ha.
  • Asosiasi latosol coklat kemerahan grey coklat dengan luas 1.942.160 Ha.
  • Asosiasi andosol coklat dan grey humus dengan luas 1.765,160 Ha

Struktur tanah pada umumnya relatif baik, akan tetapi yang perlu mendapatkan perhatian adalah penggunaan jenis tanah andosol yang memiliki sifat peka erosi. Jenis tanah andosol ini terdapat di Kecamatan lowokwaru dengan relatif kemiringan sekitar 15 %.

Iklim

Kondisi iklim Kota Malang selama tahun 2006 tercatat rata-rata suhu udara berkisar antara 22,2 °C – 24,5 °C. Sedangkan suhu maksimum mencapai 32,3 °C dan suhu minimum 17,8 °C . Rata kelembaban udara berkisar 74% – 82%. dengan kelembaban maksimum 97% dan minimum mencapai 37%. Seperti umumnya daerah lain di Indonesia, Kota Malang mengikuti perubahan putaran 2 iklim, musim hujan, dan musim kemarau. Dari hasil pengamatan Stasiun Klimatologi Karangploso curah hujan yang relatif tinggi terjadi pada bulan Januari, Februari, Maret, April, dan Desember. Sedangkan pada bulan Juni, Agustus, dan November curah hujan relatif rendah. Kecepatan angin maksimum terjadi di bulan Mei, September, dan Juli.

Demografi

Jumlah penduduk Kota Malang 857.891 jiwa (2014), dengan tingkat pertumbuhan 3,9% per tahun. Dengan luas Kota Malang yang mencapai 110,06 km2, kepadatan penduduk Kota Malang mencapai 7800 jiwa/km2.

Suku bangsa

Sebagian besar penduduk Kota Malang berasal dari suku Jawa. Namun, suku Jawa di Malang dibanding dengan masyarakat Jawa pada umumnya memiliki temperamen yang sedikit lebih keras dan egaliter. Salah satu penyebabnya adalah jauhnya Malang dari “kraton” yang dipandang sebagai pusat budaya Jawa. Terdapat pula sejumlah suku-suku minoritas seperti Madura, Arab, Tionghoa, dan lain-lain. Sebagai kota pendidikan, Malang juga menjadi tempat tinggal mahasiswa dari berbagai daerah dari seluruh Indonesia, bahkan di antara mereka juga membentuk wadah komunitas tersendiri.

Masjid Agung Jami’ Kota Malang

Agama

Agama mayoritas adalah Islam, diikuti dengan Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Cu. Bangunan tempat ibadah banyak yang telah berdiri semenjak zaman kolonial antara lain Masjid Jami (Masjid Agung), Gereja Hati Kudus Yesus, Gereja Kathedral Ijen (Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel), Klenteng Eng An Kiong di Kotalama serta Candi Badut di Kecamatan Sukun dan Pura di puncak Buring. Malang juga menjadi pusat pendidikan keagamaan dengan banyaknya Pesantren, yang terkenal ialah Pondok Pesantren Al Hikam pimpinan KH. Hasyim Muzadi, dan juga adanya pusat pendidikan Kristen berupa Seminari Alkitab yang sudah terkenal di seluruh Nusantara, salah satunya adalah Seminari Alkitab Asia Tenggara.

Bahasa

Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi nasional di Kota Malang. Namun, Bahasa Jawa dengan dialek Jawa Timuran merupakan bahasa sehari-hari masyarakat Malang. Kalangan minoritas Suku Madura menuturkan Bahasa Madura. Malang dikenal memiliki dialek khas yang disebut Boso Walikan (Osob Kiwalan), yaitu cara pengucapan kata secara terbalik, misalnya Malang menjadi Ngalam, bakso menjadi oskab burung menjadi ngurub, dan contoh lain seperti saya bangga arema menang menjadi ayas bangga arema nganem . Gaya bahasa masyarakat Malang terkenal egaliter dan blak-blakan, yang menunjukkan sikap masyarakatnya yang tegas, lugas dan tidak mengenal basa-basi.

Pemerintahan

Balai Kota Malang
Kantor Wali Kota Malang

Secara administrasi pemerintahan Kota Malang dipimpin oleh seorang wali kota dan wakil wali kota yang dipilih langsung oleh rakyat Malang dalam pemilihan wali kota Malang setiap lima tahun sekali. Wali kota Malang membawahi koordinasi atas wilayah administrasi kecamatan yang dikepalai oleh seorang camat. Kecamatan dibagi lagi menjadi kelurahan-kelurahan yang dikepalai oleh seorang lurah. Seluruh camat dan lurah merupakan jajaran pegawai negeri sipil di lingkungan pemerintah kota. Pemilihan wali kota dan wakil wali kota secara langsung pertama di kota Malang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2008, setelah sebelumnya wali kota dan wakilnya dipilih oleh anggota DPRD kota. Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang saat ini adalah Mochamad Anton dan Sutiaji yang berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa.

Perwakilan

DPRD Kota Malang
2014-2019
Partai Kursi
Lambang PDI-P PDI-P 11
Lambang PKB PKB 6
Lambang Partai Golkar Partai Golkar 5
Lambang Partai Demokrat Partai Demokrat 5
Lambang Partai Gerindra Partai Gerindra 4
Lambang PAN PAN 4
Lambang Hanura Partai Hanura 3
Lambang PKS PKS 3
Lambang PPP PPP 3
Lambang NasDem Partai NasDem 1
Total 45

Secara konstitusional, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang merupakan perwakilan rakyat yang dipilih langsung oleh warga Malang pada pemilu legislatif setiap lima tahun sekali. Anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019 adalah 45 orang yang didominasi oleh PDI Perjuangan (11 kursi), PKB (6 kursi), dan Partai Golkar (5 kursi). Pimpinan DPRD Kota Malang periode 2014-2019 terdiri dari Arief Wicaksono (Ketua; PDI-P), Zainudin (Wakil Ketua; PKB), Rahayu Sugiarti (Wakil Ketua; Golkar), dan Wiwik Hendri Astuti (Wakil Ketua; Demokrat) yang resmi menjabat sejak 16 Oktober 2014.[6]

Pembagian administratif

Peta Pembagian Administratif Kota Malang.

Kota Malang terdiri atas 5 kecamatan dan 57 kelurahan. Berikut adalah daftar kecamatan di Malang:

Perekonomian

Perekonomian Kota Malang ditunjang dari berbagai sektor, diantaranya industri, jasa, perdagangan, dan pariwisata. Sebagai kota terbesar kedua di Jawa Timur, menjadikan laju ekonomi Malang merupakan yang terpenting kedua di Jawa Timur setelah Surabaya. Kota Malang juga merupakan tempat berdirinya dan berkembangnya perusahaan rokok Bentoel. Di bidang pariwisata, suasana Malang yang sejuk dan terletak di dataran tinggi seperti saudaranya Kota Batu, membuat wisatawan baik domestik maupun mancanegara tertarik untuk mengunjungi Malang. Di Malang juga banyak dijumpai hotel dan rumah singgah / guest house mewah yang mengakomodir kunjungan wisatawan.

Pariwisata

Museum dan perpustakaan

  • Museum Brawijaya Malang
  • Museum Bentoel
  • Museum Mpu Purwa
  • Museum Zoologi Frater Vianney
  • Museum Malang Tempo Doeloe
  • Perpustakaan Kota Malang (Jalan Ijen)

Monumen dan tugu peringatan

Monumen Tugu Malang pada malam hari dengan latar belakang Balai Kota

Monumen Tentara Genie Pelajar (TGP) Malang

Sebagai kota besar Kota Malang terlibat dalam berbagai peristiwa bersejarah yang terjadi di Indonesia. Untuk menandai peristiwa tersebut dibuat berbagai monumen dan tugu peringatan.

  • Monumen Tugu Malang. Lokasi Jalan Tugu
  • Monumen Adipura. Lokasi Jalan Semeru
  • Monumen TGP (Tentara Genie Pelajar). Lokasi Jalan Semeru.
  • Monumen Pesawat MIG-17 Fresco yang berperan dalam Operasi Trikora. Lokasi Jalan Soekarno-Hatta.
  • Monumen Pahlawan TRIP. Lokasi Jalan Pahlawan TRIP.
  • Monumen Juang. Lokasi Jalan Kertanegara.
  • Monumen Hamid Rusdi. Lokasi Jalan Simpang Balapan
  • Monumen Panglima Sudirman. Lokasi Jalan Panglima Sudirman
  • Monumen Singo Edan. Lokasi Taman Bentoel Trunojoyo
  • Monumen Arema. Lokasi Jalan Lembang
  • Monumen KNIP Malang. Lokasi utara Alun-Alun Kota (Mall Sarinah)
  • Monumen Melati (Monumen Kadet Suropati). Lokasi Jalan Ijen
  • Monumen Chairil Anwar. Lokasi Jalan Basuki Rahmat (Kayutangan)
  • Monumen Patung Ken Dedes. Lokasi gerbang masuk Kota Malang di utara

Monumen Pesawat MIG-17 Fresco

Taman rekreasi dan pasar wisata

  • Taman Rekreasi Senaputra
  • Taman Wisata Tlogomas
  • Pasar Minggu Semeru (Jalan Semeru)
  • Pasar Minggu Vellodrome (lingkar luar arena Velodrome Sawojajar)
  • Wisata Kuliner Pulosari
  • Taman Kridha Budaya Jawa Timur
  • Taman Rekreasi Lembah Dieng
  • Playground
  • Malang Tempoe Doeloe 1 tahun sekali dan di adakan saat pertengahan tahun.
  • Taman Wisata Wendit

Sarana olahraga

  • Stadion Gajayana Malang
  • GOR Ken Arok
  • GOR Bima Sakti
  • Arena Balap Vellodrome
  • Araya Golf & Family Club
  • Dieng Family Club
  • Lembah Dieng swimming pool
  • Futsal Champion, Futsal Arena, dll

Mall dan pusat perbelanjaan

Pasar Oro-Oro Dowo, pasar tradisional terbersih di Kota Malang.
  • Malang Town Square, Jalan Veteran
  • Malang City Point CITYWALK, Jalan Raya Dieng
  • Mall Sarinah, Jalan Basuki Rachmat
  • Mall Dinoyo City, Jalan M.T. Haryono
  • Plaza Malang, Jalan K.H. Agus Salim
  • Mall Gajah Mada Plasa, Jalan K.H. Agus Salim
  • Mall Mitra I Dept. Store, Jalan K.H. Agus Salim
  • Mall Carrefour Express, Jalan Ahmad Yani
  • Mall Matahari Dept. Store, Pasar Besar
  • Mall Alun Alun (Ramayana), Jalan Merdeka
  • Cyber Mall Malang, Jalan Raya Dieng
  • @MX Mall, Jalan Veteran
  • Plaza Araya, Jalan Pondok Blimbing Indah
  • Hartono Elektronik
  • Gunung Sari Intan
  • TREND Shop
  • Sardo Swalayan
  • Avia, Jalan J.A. Suprapto
  • Hypermart Veteran
  • Giant Ekspres Kawi
  • Giant Ekspres Dinoyo
  • Giant Ekspres Sawojajar
  • Giant Ekspres Plaza Araya
  • Giant Ekstra MOG
  • Pasar Besar Malang
  • Pasar Blimbing
  • Pasar Raya Dinoyo
  • Pasar Bunulrejo
  • Pasar Mergan
  • Pasar Tawangmangu
  • Pasar Bareng
  • Pasar Oro-Oro Dowo
  • Pasar Sukun
  • Pasar Gadang
  • Pasar Induk Gadang
  • Pasar Burung & Tanaman Hias
  • Pasar Comboran
  • Pasar Kasin
  • Pasar Kebalen
  • Pasar Madyopuro
  • Pasar Sawojajar
  • Pasar Klojen
  • Pasar Bandulan
  • Pertokoan Kayutangan
  • Pertokoan Arif Margono
  • Pusat Ruko Sawojajar
  • Pusat Ruko WOW, Jalan Raya Sawojajar
  • Pusat Ruko Sulfat
  • Sentra Industri Keripik Tempe Sanan
  • Sentra Kuliner Pulosari

Bioskop

Angkutan pariwisata

Bus Macyto.

Sejak awal tahun 2015, pemerintah kota Malang meluncurkan sistem angkutan bus tingkat wisata yang dinamai Bus Macyto atau Malang City Tour. Bus ini beroperasi di Kota Malang dan rutenya melewati beberapa titik-titik penting di tiap sudut kota di antaranya beberapa museum-museum penting, kawasan Jalan Ijen, wisata kuliner, dan sebagainya.

Akomodasi

Sarana akomodasi di kota Malang terdapat beragam mulai hotel berbintang, apartemen, losmen, hingga rumah singgah / guest house yang tersebar di seluruh penjuru kota.

Industri

Kota Malang memiliki pola pertumbuhan industri yang unik, dimana sebagian besar industrinya disokong oleh sektor industri kecil dan mikro. Hanya terdapat beberapa industri manufaktur besar yang terdapat di Kota Malang sebagian disusun atas industri manufaktur padat karya.

Industri manufaktur

  • Industri Rokok
  • Industri Karoseri dan Body Repair
  • Industri Tekstil & Garmen
  • Industri Persenjataan Pesawat Tempur (Pabrikan Sari Bahari, Malang)

Industri kecil dan mikro

  • Industri Tempe dan Keripik Tempe
  • Industri Makanan & Minuman
  • Industri Kerajinan Kaos Arema
  • Industri Kerajinan Sarung Bantal Dekorasi
  • Industri Kerajinan Rotan
  • Industri Kerajinan Mebel
  • Industri Kerajinan Topeng Malangan
  • Industri Kerajinan Lampion
  • Industri Kerajinan Patung & Taman
  • Industri Kerajinan Keramik & Gerabah
  • Industri Advertising dan Percetakan

Kompleks industri manufaktur dan sentra industri mikro

  • Kompleks Industri Karya Timur
  • Kompleks Industri Karanglo
  • Kompleks Industri Pandanwangi
  • Sentra Industri Keripik Tempe Sanan
  • Sentra Industri Mebel Blimbing
  • Sentra Industri Rotan Arjosari
  • Sentra Industri Keramik Dinoyo
  • Sentra industri sarang burung

Pendidikan

Perguruan tinggi

Malang juga dikenal sebagai Kota Pendidikan, karena memiliki sejumlah perguruan tinggi ternama, Sebagai kota pendidikan, banyak mahasiswa berasal dari luar Malang yang kemudian menetap di Malang, terutama dari wilayah Indonesia Timur seperti Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, Maluku, dan Papua, bahkan dari luar negeri sekalipun. berikut adalah nama-nama perguruan tinggi di Malang :

Kompleks Universitas Brawijaya (kiri gambar) terlihat dalam Skyline Kawasan Malang Barat.

Sekolah Menengah Atas (SMA)

Selain perguruan tinggi, ada beberapa sekolah menengah atas yang namanya sudah terkenal hingga tingkat nasional bahkan internasional. Beberapa di antaranya bahkan telah ditetapkan sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, dipelopori oleh SMA Negeri 3 Malang, selanjutnya diikuti oleh SMA Negeri 1, 4, 5, 8, 10 Malang dan SMA Katolik St. Albertus Malang (SMA Dempo). Sedangkan SMA Swasta lainnya yang cukup bergengsi di Kota Malang antara lain SMA Katolik Kolese Santo Yusup (Hua Ind), SMAK Santa Maria (SMA Langsep), SMAK Cor Jesu, Charis National Academy dan sebagainya.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

Selain itu ada SMK yang menjadi andalan kota Malang yaitu SMK Negeri 4 Malang. Sekolah ini sudah terkenal di dunia Internasional dan Nasional karena prestasi dan Kualitasnya yang sangat baik. Selain itu ada SMK Negeri 8 Malang, SMK Negeri 12 Malang, SMK Negeri 5 Malang, SMK Cor Jesu. yang berstatus SMK Bertaraf Internasional. Adapun sekolah swasta yang menjadi pesaing adalah SMK Telkom Sandhy Putra Malang dan SMK PGRI 3 Malang.

Madrasah Aliyah (MA)

Selain sekolah menengah umum. Di Kota Malang juga terdapat Madrasah Aliyah (MA) Negeri dan Swasta. Berbeda dengan SMA dan SMK yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan, Madrasah Aliyah berada di bawah naungan Kementerian Agama. Madrasah Aliyah Negeri ada tiga, yakni MAN 1 Malang, MAN 2 Malang, dan MAN 3 Malang (MAN 3 Malang lebih dikenal dengan Madrasah Terpadu karena berada dalam satu kompleks bersama MIN 1 Malang dan MTsN 1 Malang). Sebagai sekolah yang berbasis Pendidikan Agama Islam, Madrasah Aliyah di Kota Malang ini juga mampu bersaing dengan sekolah umum lainnya, bahkan mampu meraih prestasi nasional. Madrasah Aliyah Swasta lebih banyak didirikan dan dikembangkan oleh yayasan dan organisasi Islam, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Kesehatan

Berikut ini adalah daftar rumah sakit yang ada di kota Malang:

Kebudayaan

Kekayaan etnis dan budaya yang dimiliki Kota Malang berpengaruh terhadap kesenian tradisional yang ada. Salah satunya yang terkenal adalah Wayang Topeng Malangan (Topeng Malang), namun kini semakin terkikis oleh kesenian modern. Gaya kesenian ini adalah wujud pertemuan tiga budaya (Jawa Tengahan, Madura, dan Tengger). Hal tersebut terjadi karena Malang memiliki tiga sub-kultur, yaitu sub-kultur budaya Jawa Tengahan yang hidup di lereng gunung Kawi, sub-kultur Madura di lereng gunung Arjuno, dan sub-kultur Tengger sisa budaya Majapahit di lereng gunung Bromo-Semeru. Etnik masyarakat Malang terkenal religius, dinamis, suka bekerja keras, lugas dan bangga dengan identitasnya sebagai Arek Malang (AREMA) serta menjunjung tinggi kebersamaan dan setia kepada Malang.

Di kota Malang juga terdapat tempat yang merupakan sarana apresiasi budaya Jawa Timur yaitu Taman Krida Budaya Jawa Timur, di tempat ini sering ditampilkan aneka budaya khas Jawa Timur seperti Ludruk, Ketoprak, Wayang Orang, Wayang Kulit, Reog, Kuda Lumping, Sendra tari, saat ini bertambah kesenian baru yang kian berkembang pesat di kota Malang yaitu kesenian “Bantengan” kesenian ini merupakan hasil dari kreatifitas masyarakat asli Malang, sejak dahulu sebenarnya kesenian ini sudah dikenal oleh masyarakat Malang namun baru sekaranglah “Bantengan” lebih dikenal oleh masyarakat tidak hanya masyarakat lokal namun juga luar daerah bahkan mancanegara. Khusus di Malang sering diadakan pergelaran bantengan hampir setiap perayaan hari besar baik keagamaan maupun peringatan hari kemerdekaan.

Festival tahunan yang menjadi event ikon kota juga sering diadakan setiap tahunnya. Beberapa festival kota tahunan diantaranya adalah:

  • Festival Malang Kembali: Diadakan untuk memperingati HUT Kota Malang, biasa digelar pada tanggal 21 Mei. Festival ini mengusung situasi kota pada masa lalu, mengubah jalan-jalan protokol kota menjadi museum hidup selama kurang lebih 1 minggu festival ini diadakan.
  • Karnaval Bunga
  • Karnaval Lampion: Biasa diadakan untuk merayakan hari raya imlek.

Lingkungan

Taman

Taman Alun-Alun Merdeka.

Taman Bentoel Trunojoyo.

Kota Malang merupakan salah satu kota terbersih dan terindah di Indonesia. Taman-taman kota yang rindang dan indah di beberapa sudut kota merupakan salah satu kuncinya. Taman kota di Malang di antaranya adalah:

  • Tarekot (Taman Rekreasi Kota), terletak di belakang kompleks balai kota Malang
  • Alun-Alun Merdeka (terletak di depan Masjid Jami’ Kota Malang)
  • Alun-Alun Tugu (terletak di depan balai kota Malang)
  • Hutan Kota Malabar
  • Merbabu Family Park
  • Taman Bentoel Trunojoyo, terletak di Jalan Trunojoyo di depan Stasiun Kota Baru, Malang.
  • Taman Kunang-Kunang, terletak di sepanjang Jl. Jakarta
  • Taman Singha Merjosari
  • Taman Halmahera di Jl. Halmahera
  • Taman Slamet, terletak di Jl. Gunung Slamet (kini disebut Jl. Taman Slamet)
  • Taman Ronggowarsito, terletak tepat di depan Stasiun Kota Baru, dengan ikon Monumen Juang

Penghargaan

Di bidang lingkungan, Kota Malang telah beberapa kali meraih penghargaan di antaranya adipura, adipura kencana, adiwiyata, wahana tata nugraha, dan sebagainya. Namun, terlepas dari itu tak sedikit beberapa titik di Kota Malang masih terlihat kurang tertata. Hal ini menjadi perhatian pemerintah kota Malang untuk menata kembali lingkungan kawasan tersebut.

Transportasi

Darat

Jalan raya

Kota Malang merupakan salah satu pusat transportasi darat yang terpenting di Jawa Timur bagian selatan, yaitu pertemuan dari sejumlah jalan raya yang menghubungkan Malang dengan kota-kota lainnya di Pulau Jawa. Malang terhubung dengan jalan nasional, yaitu Rute 23 dengan rute GempolKepanjen. Malang juga dihubungkan dengan beberapa jalan provinsi yang terhubung dengan Batu serta kota-kota lainnya di Jawa Timur, seperti Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Blitar, Kediri, dan kota lainnya di Pulau Jawa. Malang juga terhubung dengan Jalur Lintas Selatan Jawa Timur sepanjang 635 kilometer yang menghubungkan antara Pacitan dengan Banyuwangi. Jalan tol yang dalam waktu dekat segera terhubung dengan kota Malang adalah ruas Pandaan-Malang yang terhubung dengan ruas Surabaya-Porong, Porong-Gempol, serta Gempol Pandaan yang akan menghubungkan Malang dengan Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur, serta Jawa Timur bagian utara dan wilayah Mataraman (Jawa Timur bagian barat). Ruas Tol Pandaan-Malang juga akan terhubung dengan ruas Gempol-Pasuruan yang menghubungkan Malang atau Jawa Timur bagian selatan dengan wilayah Tapal Kuda di Jawa Timur. Ruas tol Pandaan-Malang juga akan menghubungkan kota Malang dengan Bandara Abdul Rachman Saleh.

Kereta api

Stasiun Malang Kota Baru

Kota Malang dilalui jalur kereta api jurusan Malang-Jakarta oleh kereta api Gajayana (eksekutif), kereta api Majapahit (Ekonomi AC non-PSO), dan Matarmaja (Ekonomi AC PSO). Jurusan Malang-Bandung kereta api Malabar (eksekutif-bisnis-ekonomi). Jurusan Malang-Yogyakarta kereta api Malioboro Ekspres (eksekutif). Malang-Banyuwangi kereta api Tawang Alun (ekonomi). Untuk jalur kereta api yang melalui Surabaya-Malang-Blitar-Kediri-Kertosono adalah Kereta api harian kelas ekonomi (Penataran) melayani jalur Surabaya-Malang via Bangil. Serta Kereta api Tumapel (ekonomi) jurusan Malang-Surabaya. Stasiun utama adalah Stasiun Malang (Kotabaru) (+444 M). 2 Stasiun lainnya adalah Stasiun Malang Kotalama (+429 M) dan Stasiun Blimbing (+460 M).

Bus

Untuk jalur bus, Terminal Arjosari yang merupakan terminal terbesar di Malang melayani rute ke seluruh jurusan kota-kota utama di pulau Jawa, Bali, NTB dan Sumatera baik kelas ekonomi, Bisnis maupun eksekutif. Untuk pemberangkatan tujuan luar kota Malang terminal Arjosari tidak siaga 24 jam. Pemberangkatan bus terakhir ke Surabaya habis pukul 22.30 WIB dan Baru ada pagi hari pukul 03.00 WIB. Sedangkan untuk kedatangan bus dari luar kota ke Arjosari siaga 24 jam. Terminal Arjosari relatif aman dari calo yang sering memaksa penumpang. Saat ini biaya peron/jasa ruang tunggu Terminal Arjosari telah dihapuskan (gratis).Terminal Gadang melayani rute Malang-Lumajang, Malang-Blitar-Tulungagung-Trenggalek. Namun, saat ini keberadaan Terminal Gadang telah digantikan oleh Terminal Hamid Rusdi yang terletak kurang lebih 2 KM di sebelah timur Terminal Gadang. Sedangkan Terminal Landungsari melayani rute Malang-Kediri, Malang-Jombang dan Malang-Tuban.

Adapun 2 sub terminal lainnya adalah Sub-Terminal Madyopuro di bagian timur Kota Malang, tepatnya di daerah Madyopuro (dekat Sawojajar) dan Sub-Terminal Mulyorejo yang terlatak di sebelah barat daya Kota Malang, tepatnya di daerah Mulyorejo Kecamatan Sukun. Terminal tersebut hanya disinggahi oleh angkutan kota.

Angkutan kota

Kelima terminal yang ada di Kota Malang terhubung dengan berbagai angkutan kota (biasa disebut angkota atau mikrolet). Angkota atau mikrolet ini ada 2 macam, yakni mikrolet untuk jalur dalam kota dan mikrolet untuk jalur luar kota. Mikrolet jalur dalam kota berwarna biru tua dengan kode garis warna yang beragam untuk membedakan jalurnya, contoh: Arjosari-Gadang (AG) dengan garis warna oranye (saat ini huruf G diganti dengan huruf H untuk Hamid Rusdi), Landungsari-Dinoyo-Hamid Rusdi (LDG, sebelumnya LDH)dengan garis warna putih, Arjosari-Landungsari (AL)dengan garis putih-merah, dan lain sebagainya. Termasuk juga dengan angkot yang menuju sub-terminal. Sedangkan mikrolet untuk jalur luar kota (dari Kota Malang ke Kabupaten Malang atau Kota Batu) berwarna selain biru tua, contoh: LA (Lawang-Arjosari) berwarna hijau, TA (Tumpang-Arjosari) berwarna putih atau putih-hijau, BL (Batu-Landungsari) berwarna ungu muda, dan lain sebagainya.

Trayek angkutan kota

Terdapat sekitar 25 trayek angkota di Kota Malang. Tidak semua angkota di Malang beroperasi 24 jam hanya angkot yang melewati jalur tengah saja yang melayani penumpang 24 jam seperti angkot AG dan GA (Arjosari-Gadang) via alun-alun. Sejak penyesuaian subsidi BBM, mulai tanggal 26 Juni 2013, tarif angkota di Kota Malang ini (sesuai Peraturan Walikota Malang No. 24 Tahun 2013 tentang Tarip Angkutan) sebesar Rp 3.000,- (untuk umum) dan Rp 2.000,- (untuk pelajar).

Berikut ini trayek angkutan kota yang melewati jalur dalam Kota Malang

Angkutan massal cepat

Pemerintah kota Malang tengah merencanakan pembangunan sistem transportasi massal dalam kota berbasis rel dalam bentuk monorel dan kereta gantung Gondola.[7]

Udara

Kota Malang dan seluruh kawasan Malang Raya dilayani oleh sebuah bandar udara yang bernama Bandar Udara Abdul Rachman Saleh yang lokasinya berada di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Bandara Abdul Rachman Saleh menghubungkan Malang dengan kota-kota lainnya di Indonesia seperti Jakarta, Denpasar, Makassar, dan sebagainya. Bandara Abdul Rachman Saleh juga menjadi bandara terbesar kedua di Jawa Timur setelah Bandara Juanda di Surabaya. Bandara ini mulai berkembang sejak peristiwa Lumpur Lapindo yang menghambat perjalanan dari Malang ke Bandara Juanda. Sebelumnya bandara ini adalah bandara militer yang sesekali digunakan untuk kegiatan tertentu, seperti balap mobil drag race yang memerlukan lintasan yang panjang.

Kuliner

Masakan

Kota Malang mempunyai beberapa Masakan khas, di antaranya:

Jajanan

Kota Malang mempunyai beberapa Jajanan khas, di antaranya:

Minuman

Kota Malang mempunyai beberapa Minuman khas, di antaranya:

Oleh-oleh

Kota Malang mempunyai beberapa Oleh-oleh khas, di antaranya:

  • Kripik buah (kripik apel, nangka, dll)
  • Pia mangkok
  • Strudel Malang
  • Kue ayas

Olahraga

Arema Cronus, salah satu klub sepak bola kebanggaan Malang Raya

Persema Malang, klub sepak bola asal Kota Malang

Di Malang terdapat beberapa klub olahraga, di antaranya:

Cabang olahraga yang berkembang pesat di Malang di antaranya adalah sepak bola, bulu tangkis, tennis, voli, renang, dan lain sebagainya. Kota Malang memiliki sebuah stadion besar yaitu Stadion Gajayana yang berkapasitas 35.000 penonton yang menjadi markas utama dari Arema Cronus dan Persema Malang.

Media

Televisi

Lokal

Nasional

 

Wisma Tumapel Malang – Wisata Misteri dan Spot Foto Favori


Wisma Tumapel Malang – Kota Malang adalah kota yang sejak dulu terkenal sebagai kota yang sejuk nan menyegarkan, asri serta membuat orang-orang yang datang merasa nyaman untuk berlama-lama menghabiskan waktu liburannya di kota ini. Hal tersebutlah yang menjadi daya tarik bagi Belanda untuk menjadikan kota Malang sebagai tempat beristirahat atau sekedar sebagai tempat persinggahan di masa penjajahan dulu. Bangunan-bangunan tua bersejarah yang banyak ditemukan di kota Malang sebagiannya merupakan sisa-sisa peninggalan Belanda pada masa itu.

Bangunan-bangunan tua peninggalan Belanda yang tersebar di beberapa titik di kota Malang merupakan saksi bisu masa penjajahan Belanda di Indonesia terutama di kota Malang. Setiap bangunan tua yang ada tersebut memiliki kisahnya tersendiri, yang jika dibeberkan satu persatu akan sangat banyak sekali dan juga mungkin ada berbagai versi yang berbeda.

Salah satu hal yang membuat bangunan tua memiliki daya tarik tersendiri diantaranya karena memiliki arsitektur atau konstruksi bangunannya yang kuno. Selain itu tidak lupa pula dengan sejarah serta misteri-misteri yang ada di baliknya.

Arsitektur bangunan yang kuno tentunya akan terlihat sangat unik jika dilihat pada masa kini. Para pengunjung mengunjungi bangunan-bangunan tersebut untuk melihat keunikannya, mempelajarinya atau datang hanya untuk mengabadikan momen-momen berharga saat berkunjung ke tempat itu. Bahkan bangunan-bangunan kuno menjadi salah satu spot foto untuk pre-wedding yang sangat disukai.

Sejarah suatu bangunan tua juga sangat menarik untuk diketahui, dan di antara sejarah-sejarah yang telah diketahui banyak diantaranya yang masih berupa misteri hingga saat ini, benar atau tidak. Misteri dari bangunan-bangunan tua yang tidak pernah habis dibicarakan biasanya adalah mengenai keangkerannya sehubungan dengan hal-hal mistis.

Tidak terkecuali dengan bangunan kuno yang ada di kota Malang, yang pada tulisan blog nnoart kali ini hanya dibahas khusus mengenai Wisma Tumapel. Wisma Tumapel merupakan salah satu bangunan tua di kota Malang yang termasuk dikenal karena keunikan arsitektur serta keangkerannya, sehingga tidak jarang ada orang menyebut Wisma Tumapel sebagai rumah hantu di Malang.

Lokasi (Alamat) Wisma Tumapel Malang

Alamat Wisma Tumapel kota Malang berada pada jalan Tumapel no. 1, dimana gedungnya terletak tepat bersebelahan dengan gedung balaikota Malang. Wisma Tumapel berada di sebelah kiri (barat) gedung balaikota Malang, atau sebelah barat daya alun-alun Tugu kota Malang.

Apabila datang dengan angkot, maka usahakan naik angkot yang melalui alun-alun Tugu atau Balaikota Malang, diantaranya angkot ADL (Arjosari – Dinoyo – Landungsari), AL (Arjosari – Landungsari), GA/HA (Gadang/Hamid Rusdi – Arjosari), MK (Madyopuro – Karangbesuki) dan MM (Mulyorejo – Madyopuro). Angkot dengan jalur diatas semuanya melalui alun-alun Tugu, tapi yang persis lewat di depan wisma Tumapel dari sisi jalan Mojopahit adalah jurusan GA/HA, MK dan MM.

Dari luar, Wisma Tumapel ditutupi dengan seng berwarna hijau dengan pintu gerbangnya hanya dibuka sedikit cukup untuk orang atau sepeda motor lewat. Jika anda datang dengan mengendari mobil, maka bisa meminta tolong pengelola atau penjaga untuk membuka pintunya agar bisa parkir di dalam.

Sejarah Wisma Tumapel

Awal mula bangunan yang populer disebut sebagai Wisma Tumapel atau yang sebentar lagi akan menggunakan nama Graha Tumapel ini dibangun pada tahun 1928. Pada saat itu, bangunan ini berfungsi sebagai hotel bernama Hotel Splendid yang dimiliki oleh Belanda.

Meskipun Hotel Splendid ini bukanlah hotel paling tua di Malang, akan tetapi, bangunan hotel menerapkan konsep New Indische (hotel yang menjadikan pemandangan alam sebagai daya tariknya), yang mana masih baru pada saat itu membuat hotel ini cukup populer. Pemandangan alam yang ditawarkan dari Hotel Splendid adalah pemandangan Sungai Brantas. Walaupun saat ini bangunannya terlihat seperti itu, namun tergolong hotel mewah loh pada saat itu.

Pada masa penjajahan Jepang, bangunan kuno ini pernah dijadikan sebagai kantor pemerintahan serta kantor reserse kepolisian Jepang mulai dari tahun 1944. Ada juga informasi yang mengatakan selama kisaran waktu tersebut bangunan ini juga difungsikan sebagai kamp pelatihan militer.

Tahun 1950, giliran Fakultas Kejuruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya yang menjadikan bangunan ini sebagai ruang kelas dan wisma dosen. IKIP Malang saat itu (saat ini dikenal sebagai Universitas Negeri Malang) mengambil alih bangunan ini pada tahun 1968, dan tetap mempertahankan fungsinya sebagai wisma.

Tahun 2009 sempat dinonaktifkan dan juga pernah ada masalah sehubungan dengan wisma Tumapel. Saat itu, terdapat beberapa warga Malang yang diusir oleh karena tidak membayar biaya sewa bulanan. Dari kejadian tersebut membuat pihak Universitas Negeri Malang memutuskan untuk menyegel dengan menambah pagar seng di sekeliling bangunan, serta dijaga oleh petugas.

Pada tahun 2014, bangunan ini diresmikan oleh rektor Universitas Negeri Malang pada saat itu yaitu Prof. Dr. H. Suparno dengan nama Graha Tumapel – Universitas Negeri Malang. Walaupun sudah merubah nama menjadi Graha Tumapel, sampai sekarang masih tetap disebut sebagai Wisma Tumapel, nama yang sudah populer sejak zaman dulu.

Terakhir kali saya mengunjungi Wisma Tumapel pada Januari 2016, terdapat banner besar yang menunjukkan sketsa Graha Tumapel yang akan direnovasi. Kapan pelaksanaannya masih belum pasti, akan tetapi hal itu kelihatannya akan merubah tampilan luarnya terlihat lebih baru (entah seperti apa rancangan bagian dalamnya).

Misteri Wisma Tumapel Malang

Pembahasan sejarah mengenai Wisma Tumapel Malang diatas sepertinya masih kurang apabila tidak membahas mengenai misteri mengenai bangunan kuno ini. Cukup banyak misteri dari bangunan ini, entah itu ruangan-ruangan di dalam bangunan yang sebagian besarnya terkunci rapat oleh pengelola, sering ada penampakan hantu atau hal-hal lainnya yang biasanya membuat merinding.

Keangkeran Wisma Tumapel memang sudah tidak dapat dibantah lagi, seringnya pengunjung menyaksikan penampakan hantu di Wisma Tumapel membuat kita tidak perlu menyangkal jika Wisma Tumapel Malang memang angker.

Cerita mengenai angkernya Wisma Tumapel Malang yang paling populer dikalangan masyarakat adalah mengenai penampakan hantu Noni Belanda. Konon, hantu Noni Belanda ini adalah penghuni setia Wisma Tumapel, yang sangat sering menampakkan diri di jendela atau lorong-lorong yang ada. Siapa sebenarnya hantu Noni Belanda ini memang masih misteri hingga saat ini, namun jika anda beruntung, mungkin saja bisa bertemu dengan dia saat ke Wisma Tumapel dan menanyakan langsung 😀

Ada aturan di Wisma Tumapel yang sangat wajib untuk dipatuhi, yaitu tidak berteriak-teriak selama berada disana, jangan pernah sekali-kali membuka pintu yang terkunci/tertutup rapat di dalam, serta jangan duduk di jendela-jendela yang ada.

Entah apa alasannya, namun ada beberapa kejadian mistis yang dialami untuk pelanggarnya (bukan saya yang mengalaminya, tapi saya pernah mendengar cerita). Si pelanggar selalu dihantui mimpi buruk setelah sebelumnya teriak-teriak di Wisma Tumapel. Katanya sih ada “penunggu” yang tidak menyukai si pelanggar aturan dan disarankan bagi si pelanggar untuk tidak pernah datang lagi ke Wisma Tumapel, untuk tidak membuat “penunggu” semakin marah.

Cerita itu entah benar atau tidak namun satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah jangan sekali-kali melanggar aturan yang diberitahu oleh petugas jaga. Begitu juga dengan setiap ruangan yang dilarang dibuka pintunya oleh petugas jaga. Di ruangan yang tidak dilarang saja aura menyeramkannya sudah sangat terasa, apalagi diruangan yang terkunci rapat seperti itu?

Diantara semua ruangan yang tidak dilarang untuk dimasuki, ada ruangan yang pernah membuat saya merinding sendiri ketika memasukinya sendirian. Ruangan itu berada di lantai 2, di lorong dimana banyak jendela disampingnya, ada sebuah kamar yang pintunya terbuka namun tidak terlalu terang. Saya tidak mengetahui misteri di balik ruangan itu dan saya juga tidak memiliki kemampuan supranatural untuk dapat melihat hal-hal seperti itu, namun saya selalu merinding tiap kali melihat ke arah kamar itu.

Misteri lainnya mengenai Wisma Tumapel adalah kuburan/makam yang berada di sebelah bangunan. Entah itu kuburan siapa, informasinya masih simpang siur hingga sekarang. Informasi yang paling banyak beredar dan dianggap paling mendekati kebenaran adalah makam itu merupakan makam Joko Lelono (Tunggul Rogo), salah seorang abdi dalem Ken Arok yang menjadi perawat kuda. Informasi tersebut berdasarkan pakar supranatural Ki Wahyu Hidayat.

Menelusuri Wisma Tumapel

Setelah masuk ke area Wisma Tumapel melalui pintu gerbang berpagar seng hijau, sebaiknya parkir kendaraan tepat di depan ruangan petugas jaga. Ruangan petugas jaga berada di ruang utama bangunan, bisa langsung terlihat dari pintu gerbang (foto 1). Pengunjung wajib menitipkan KTP pada petugas jaga sebelum berkeliling di dalam bangunan Wisma Tumapel.

Setelah masuk ke pintu dimana ada petugas jaga, ada ruangan yang cukup luas dengan lorong ke belakang bangunan, ada tangga berpapan kayu menuju lantai 2 serta WC/Kamar Mandi yang hanya ditutupi dengan tirai. Mengikuti lorong di sebelah kanan ke belakang hanya ada ruangan kosong yang kotor, yang biasanya dijadikan tempat menyimpan motor bagi para penjaga Wisma Tumapel.

Tangga di ruangan ini (foto 2) terbuat dari papan kayu, yang terlihat cukup antik. Tangga ini merupakan salah satu spot fotografi favorit para fotografer yang ingin memotret modelnya. Naik ke atas tangga ada ruangan kosong yang cukup luas dimana ada jendela-jendela besar dan pintu keluar menuju balkon serta ventilasi besar diatasnya, tembok dengan cat yang terkelupas serta lantai keramik (foto 3).

Keluar menuju balkon (foto 4), kita bisa melihat orang-orang yang berlalu lalang di jalan Tumapel, para penjual makanan ringan, burung atau hewan peliharaan yang terkadang menjajakan barang dagangannya di tepian jalan serta kendaraan yang lalu lalang. Tidak ada lain lagi yang bisa dieksplor di balkon ini, kecuali kembali ke tempat semula di mana ada petugas jaganya.

Dari pintu petugas jaga, belok kanan dan berjalanlah hingga ujung.  Di kanan ada pintu-pintu serta jendela yang terkunci rapat, yang masih menjadi misteri mengenai cerita dibaliknya (foto utama di atas). Teruslah berjalan hingga terlihat lorong di sebelah kanan yang ada jendela serta pintu berdebu, dengan anak tangga gelap tepat di pintu masuk (foto 5).

Ruangan dimana tangga tersebut berada cukup gelap dan kotor, jadi sebaiknya langsung berjalan pelan menelusuri anak tangga menuju lantai 2. Diujung tangga akan terlihat cahaya dari jendela-jendela yang banyak ditemukan di lorong lantai 2. Lantai 2 di sisi bangunan yang ini bisa dikatakan sebagai spot foto paling digemari oleh mereka yang datang berburu foto di Wisma Tumapel (foto 6). Sudah tidak dapat dipungkiri lagi, Wisma Tumapel merupakan spot foto sejuta umat bagi warga kota Malang.

Di lokasi tersebut temboknya bercat warna hijau dan ada juga tembok kayu dengan banyak jendela dengan kaca transparan. Tembok kayu ini didominasi cat berwarna krem di bawahnya serta warna hijau diatasnya, namun sebagian dari tembok sudah dicat berwarna merah muda dan kuning. Dari jendela kita bisa melihat keluar ke arah Sungai Brantas dan Pasar Burung dan Ikan Hias Splendid, walaupun ada pohon-pohon besar (kapuk) yang menghalangi pandangan.

Lorong ini cukup panjang, berjalanlah terus ke ujung untuk mengeksplorasinya lebih jauh. Mulai dari lorong yang lebar, naik anak tangga kecil dan masuk ke lorong yang sangat sempit (foto 7), setelah itu keluar lagi dan ada lorong yang sedikit lebih lebar dengan ruangan kosong di sebelahnya. Ujung dari lorong ini merupakan jalan buntu, karena sebagian besar ruangan yang ada di lantai ini terkunci dengan rapat. Jadi sebaiknya eksplorasi bagian dalam Wisma Tumapel sampai disitu saja yah.

Kalau penasaran dengan halaman belakang Wisma Tumapel (foto 11), bisa juga berjalan-jalan ke belakang dan melihatnya. Namun semua ruangan terkunci, jadi Cuma bisa sekedar melihat-lihat saja dari luar.

Hal-Hal yang Perlu diperhatikan

Pertama-tama tentu saja patuhi larangan-larangan yang diterapkan di Wisma Tumapel, seperti dilarang berteriak-teriak, dilarang membuka pintu-pintu yang terkunci rapat atau tertutup serta disarankan juga untuk tidak duduk di jendela serta tetap menjaga tutur kata selama berada di sana. Jangan lupa juga untuk selalu menjaga kebersihan dari tempat ini.

Banyak sekali saya temukan tulisan-tulisan di tembok bangunan, yang kelihatan sangat mengotori bangunan ini. Entah apa motivasinya mencoreti tembok wisma, yang jelas itu sudah sangat merusak peninggalan bersejarah tersebut. Semoga yang datang mengunjungi Wisma Tumapel Malang berikutnya bisa menjaga tangan-tangan usilnya juga.

Hotel dekat Wisma Tumapel Malang

Jika ingin menginap di salah satu hotel dekat Wisma Tumapel atau alun-alun Tugu Malang, agar aksesnya lebih mudah menuju ke Wisma Tumapel, berikut ini 4 hotel atau penginapan terdekat dari Wisma Tumapel Malang:

  • Splendid Inn (Jalan Tumapel);
  • Hotel Sahid Montana Malang (Jalan Kahuripan);
  • Hotel Tugu Malang (Jalan Tugu)
  • Hotel Trio Indah 2 (Jalan Brigjen Slamet Riyadi)
Itulah ulasan mengenai Wisma Tumapel yang juga merupakan spot foto favorit di Malang dalam blog nnoart kali ini. Semoga ulasan diatas dapat bermanfaat. Foto-foto dari Wisma Tumapel Malang yang pernah saya abadikan bisa dilihat dibawah ini.

Koleksi foto nnoart di Wisma Tumapel Malang

[FOTO 1] Wisma Tumapel tampak depan
[FOTO 2] Tangga di ruang utama
[FOTO 3] Ruangan kosong di lantai 2
[FOTO 4] Balkon Wisma Tumapel
[FOTO 5] Tangga menuju lorong dengan banyak jendela di lantai 2
[FOTO 6] Lorong banyak jendela yang di cat krem-hijau dan merah muda-kuning
[FOTO 7] Lorong sempit dengan pemandangan hijau di jendela
[FOTO 8] Jendela di lorong dilihat dari luar
[FOTO 9] Sebuah kursi yang sering digunakan oleh model dan fotografer
[FOTO 10] Pengunjung berjalan menelusuri lorong di Wisma Tumapel

DEFINISI KATA SELFI

Selfie secara harafiah seringkali diartikan sebagai aktivitas memotret diri sendiri atau narsisme. jika ditelusuri lebih dalam pengertian ‘Selfie’ menurut referensi pustakawan Britania adalah “sebuah pengambilan foto diri sendiri melalui smartphone atau webcam yang kemudian diungguh ke situs web media sosial.” Sedikit banyak, layanan berbagi foto Instagram cukup berperan besar dalam mempromosikan istilah ‘Selfie’ sebagai kata kerja. Padahal menurut penelitian tim Oxford, frase itu mulai digaungkan di dunia online pada awal 2002 lalu dalam sebuah forum MySpace dan Flickr.

Pengertian Selfie

Selfie adalah sebuah jenis self-portrait foto, dimana biasanya diambil dengan kamera digital genggam atau kamera ponsel. Selfies juga sering dikaitkan dengan jejaring sosial, seperti Instagram. Orang-orang biasanya melakukan foto Selfie dengan cara menggunakan kamera yang dipegang dengan lengan panjang atau di hadapan cermin. Foto selfie biasanya juga menggukan ekpresi yang berlebihan di hadapan camera.

Sejarah  Selfie

Awal Mula foto Selfie ditemukan oleh Robert Cornelius yang merupakan seorang berkebangsaan Amerika yang juga seorang perintis dalam dunia fotografi. Dia membuat sebuah ekspresi dirinya sendiri pada tahun 1839 dimana ini merupakan salah satu dari foto seseorang yang pertama kali. Lalu karena proses fotonya lambat, kemudian dia mengungkap lensa yang mengalami tembakan selama satu menit atau lebih. Kemudian dia mengganti penutup lensa.

Debut pertama Portabel kotak kamera Kodak Brownie dimulai pada tahun 1900 yang menyebabkan teknik fotografi diri sendiri menjadi lebih luas . Kemudian metode ini biasanya media cermin untuk menstabilkan kamera baik pada objek dekat atau pada tripod saat framing melalui viewfinder di bagian atas kotak.

Seorang wanita berkebangsaan Rusia bernama Anastasia Nikolaevna merupakan salah satu remaja pertama yang mengambil foto dirinya sendiri dengan menggunakan cermin untuk dikirim ke temannya pada tahun 1914 di saat usianya baru 13 tahun. Kemudian di dalam surat yang menyertai fotonya itu, dia mengatakan “Saya mengambil gambar diriku sendiri dengan melihat cermin. Hal itu sangat mengagetkan dimana tangan saya gemetar.”

Sebuah konsep meng-upload foto diri sendiri ( sekarang dikenal sebagai super selfies ) ke internet, meski dengan kamera sekali pakai (bukan smartphone), ke halaman Web pertama kali diciptakan oleh Australia pada September 2001, termasuk foto yang diambil di akhir 1990-an ( ditangkap oleh Internet Archive pada bulan April 2004 ) . Kemudian penggunaan awal Selfie dapat ditelusuri pada tahun 2002.  Dann ini pertama kalinya muncul di sebuah forum internet Australia ( ABC online ) pada tanggal 13 September 2002.

Perkembangan Foto Selfie

Istilah ” Selfie ” dibahas oleh seorang fotografer bernama Jim Krause pada tahun 2005, walaupun foto bergenre Selfie sudah meluas mendahului istilahnya. Kemudian pada awal tahun 2000-an, sebelum Facebook menjadi jaringan sosial online yang dominan, foto diri sendiri sering terjadi di MySpace . Tapi seorang penulis bernama Kate Losse menceritakan bahwa antara tahun 2006 dan 2009 ( ketika Facebook menjadi lebih populer daripada MySpace ) foto diri sendiri sering diambil di depan cermin kamar mandi. Dan ini menjadi indikasi buruk bagi pengguna jejaring sosial Facebook baru.

Lalu pada tahun 2009 dalam gambar hosting dan hosting video situs Flickr, pengguna Flickr menggunakan ‘ selfies ‘ untuk menggambarkan bentuk foto dirinya sendiri yang diposting oleh kebanyakan gadis-gadis remaja.

Selfies kemudian menjadi populer di berbagai tempat dari waktu ke waktu. Pada akhir tahun 2012 majalah Time membuat Selfie menjadi salah satu “top 10 buzzwords”. Menurut survei tahun 2013, dua pertiga dari wanita Australia berusia 18-35 tahun, berfoto selfies dengan tujuan yang paling umum untuk posting di akun Facebook.

Lalu pada tahun 2013, kata ” Selfie ” telah menjadi hal yang biasa untuk dipantau dan dimasukkan dalam online Oxford English Dictionary. Pada bulan November 2013, kata ” Selfie ” diumumkan sebagai “Word Of The Year” oleh Oxford English Dictionary, diman kata tersebut berasal dari Australia .

PANTAI TAMBAK ASRI,asli pantai daerah malang selatan

Pantai Tambakasri adalah sebuah pantai di pesisir selatan yang terletak di tepi Samudera Indonesia secara administratif berada di Desa Sidoasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur[1]. Desa Sidoasri merupakan hasil pemekaran dari Desa Tambakasri dan berjarak sekitar 60 kilometer ke arah selatan dari Kota Malang. Pantai yang masih sangat asri ini belum banyak dikenal, bahkan oleh sebagian besar warga Malang Raya sendiri. Hal itu karena pantai ini belum dikelola menjadi obyek wisata, sehingga masih jarang sekali yang mengetahui keberadaan pantai tersebut. Sebagian orang menyebut pantai ini sebagai Pantai Sidoasri karena terletak di Desa Sidoasri atau Pantai Tambakasri karena dahulu berada di wilayah Desa Tambakasri. Menurut penduduk setempat nama Pantai Perawan diperkenalkan pertama kali oleh sejumlah mahasiswa Unmer saat datang ke pantai ini.

Untuk menuju pantai ini dari Kota Malang, setelah melewati Kecamatan Turen, belok ke kanan mengikuti arah menuju Pantai Sendangbiru. Belum ada papan penunjuk arah yang jelas untuk mengarahkan pengunjung ke lokasi tersebut, sehingga mereka yang belum pernah mengunjunginya harus sering bertanya kepada warga sekitar. Di sepanjang jalan, di kiri kanan jalan terhampar sawah dan rumah penduduk yang asri menjadi pemandangan indah. Memasuki Desa Kedungbanteng dari jalan utama menuju Sendangbiru, lalu berbelok ke kiri menuju Desa Sidoasri. Kondisi jalan menuju Desa Sidoasri ini sebagian memang sudah dicor, namun sebagian masih rusak parah. Butuh ekstra hati-hati bagi pengendara jika melalui jalan menuju Sidoasri karena tanjakan dan jalan menurun cukup curam. Bahkan terdapat ruas jalan yang terjal menanjak sehingga dibutuhkan kendaraan yang prima untuk melaluinya.

Namun, perjalanan yang jauh dan melelahkan itu akan cukup terhibur dengan indahnya panorama jajaran pegunungan di sepanjang perjalanan. Belum lagi dengan pemandangan perkebunan penduduk seperti cengkeh, kopi, coklat, kelapa, dan segala jenis pohon-pohon besar lain. Sekitar satu kilometer menjelang pantai, jalan semakin parah. Tidak ada lagi tanjakan, jalan cukup mendatar, namun kondisinya berlubang karena tanah persawahan dan hanya cukup untuk satu mobil saja. Dari sini jalan sudah didominasi dengan turunan. Di kanan kiri jalan terbentang hamparan sawah dan di ujung sawah nampak beberapa pohon bakau dan kelapa.

Sulitnya medan jalan akan langsung terobati begitu mendekat ke bibir pantai. Sebab kondisi pantai benar-benar masih alami. Di sisi kanan dan kiri pantai dipenuhi pepohonan hijau yang rindang. Tebing-tebing juga cukup rimbun dengan berbagai macam pohon besar. Pasir putih kecoklatan memanjang sejauh hampir dua kilometer terlihat bersih. Bentuk pantai menyerupai sebuah teluk kecil. Suasana di pantai tersebut terlihat sepi, bersih dan hanya terdengar suara deburan ombak yang mendominasi. Hanya beberapa orang saja yang terlihat berlalu lalang di pantai ini yang umumnya adalah para nelayan warga setempat. Bahkan pada hari libur hanya beberapa pengunjung yang mendatangi pantai ini. Di pantai ini terdapat sebuah pulau karang besar yang melindungi pantai dari ombak besar pantai selatan. Warga menyebutnya dengan nama Pulau Yangke. Menurut penduduk sekitar sering terdapat ikan lumba-lumba yang memasuki pantai ini dan juga penyu yang datang untuk bertelur. Tak salah kalau nama pantai ini disebut dengan Pantai Perawan.

Sayangnya kondisi rute dan fasilitas yang memang belum ada membuat Pantai Perawan masih cenderung sepi. Jika akses menuju pantai ini dibenahi, sarana dan prasarana pantai dicukupi, pantai ini bisa menjadi wisata alternatif lain di Malang. Bahkan keasrian dan kealamian pantai serta kemolekan pemandangan inilah yang sempat menggoda sejumlah investor untuk masuk menjadi pengelola.